1 Okt 2010

Menunda Nikah Karena Masih Belajar

. 1 Okt 2010

Menunda Nikah Karena Masih Belajar



MENUNDA NIKAH KARENA MASIH BELAJAR


Oleh
Syaikh Muhammad bin Shalih Al-Utsaimin




Pertanyaan.
Syaikh Muhammad bin Shalih Al-Utsaimin ditanya : Ada suatu tradisi yang membudaya, yaitu perempuan atau orang tuanya menolak lamaran orang yang melamarnya karena alasan ingin meyelesaikan sekolahnya di SMU atau Perguruan Tinggi, atau bahkan karena anak (perempuan) ingin belajar beberapa tahun lagi. Bagaimana hukum masalah ini, apa nasehat Syaikh kepada orang-orang yang melakukan hal seperti itu, yang kadang-kadang anak perempuan itu sampai berusia 30 tahun belum menikah.

Jawaban.
Hukumnya adalah bahwa hal seperti itu bertentangan dengan perintah Rasulullah Shallallahu 'alaihi wa sallam, sebab beliau bersabda.

"Artinya : Apabila datang (melamar) kepada kamu lelaki yang kamu ridhai akhlak dan (komitmennya kepada) agamanya, maka kawinkanlah ia (dengan putrimu)".

"Artinya : Wahai sekalian pemuda, barangsiapa diantara kamu yang mempunyai kemampuan, maka menikahlah, karena menikah itu lebih dapat menahan pandangan mata dan lebih menjaga kehormatan diri".

Tidak mau menikah itu berarti menyia-nyiakan maslahat pernikahan. Maka nasehat saya kepada saudara-saudaraku kaum Muslimin, terutama mereka yang menjadi wali bagi putri-putrinya dan saudari-saudariku kaum Muslimat, hendaklah tidak menolak nikah (perkawinan) dengan alasan ingin menyelesaikan studi atau ingin mengajar.

Perempuan bisa saja minta syarat kepada calon suami, seperti mau dinikahi tetapi dengan syarat tetap diperbolehkan belajar (meneruskan studi) hingga selesai, demikian pula (kalau sebagai guru) mau dinikahi dengan syarat tetap menjadi guru sampai satu atau dua tahun, selagi belum sibuk dengan anak-anaknya. Yang demikian itu boleh-boleh saja, akan tetapi adanya perempuan yang mempelajari ilmu pengetahuan di Perguruan Tinggi yang tidak kita butuhkan adalah merupakan masalah yang masih perlu dikaji ulang.

Menurut pendapat saya bahwa apabila perempuan telah tamat Tingkat Dasar (SD) dan mampu membaca dan menulis dengannya ia dapat membaca Al-Qur'an dan tafsirnya, dapat membaca hadits dan penjelasannya (syarahnya), maka hal itu sudah cukup, kecuali kalau untuk mendalami suatu disiplin ilmu yang memang dibutuhkan oleh ummat, seperti kedokteran (kebidanan, -pent-) dan lainnya, apabila di dalam studinya tidak terdapat sesuatu yang terlarang, seperti ikhtilat (campur baur dengan laki-laki) atau hal lainnya.

[ As'illah Muhimmah Ajaba 'Anha Syaikh Ibnu Utsaimin, hal 26-27]

[Disalin dari. Kitab Al-Fatawa Asy-Syar'iyyah Fi Al-Masa'il Al-Ashriyyah Min Fatawa Ulama Al-Balad Al-Haram, Penyusun Khalid Al-Juraisy, Edisi Indonesia Fatwa-Fatwa Terkini, Penerjemah Muthofa Aini dkk, Penerbit Darul Haq]

almanhaj.or.id 

2 komentar:

Anonim mengatakan...

saya seorang siswi SMA. sekarang saya sedang bingung karena ada seorang pemuda datang untuk menikahi saya. namun, orang tua saya menolak untuk menikahkan saya sekarang dg alasan masih sekolah. lalu orang tua saya menyuruh pemuda itu untuk menunggu sampai saya lulus SMA. awalnya pemuda itu memberontak pada orang tua saya karena dia butuh menikah dengan segera, dg alasan supaya semunya halal dan menjaga pandangannya. tapi akhirnya ia mau menerima syarat dari orang tua saya.
tetapi, suatu hari kemudian ia kembali meminta saya untuk segera menikah dengannya. saya sudah berulang kali memintanya untuk menunggu saya lulus sekolah, tapi katanya ia sangat gelisah jauh dari saya. saya bingung sekali harus bagaimana. :(
tolong beri saya solusi. terima kasih

Abu Abdullah AL-Bantuly mengatakan...

Perlu diketahui wahai ukhti,renungkan kembali alasan orang tua. Biar bagaimanapun orang tua pasti punya rasa belas kasihan kepada anak. Apalagi wanita yng menikah terkait dengan wali. Jelaskan ke orang tua dengan kelembutan hati dan lisanmu,mengenai segudang manfaat menikah. Katakan padanya anak lebih berhak menentukan pilihannya, dan keridhoan kedua orang tua akan menenangkan hatimu,"engkau tak ingin bukan anakmu ini terjelembab ke jurang syetan yaitu zina."

Nasehati calon pilihanmu melalui media yg tidak menyimpang dari agama. Allah bersama orang sabar,ikhlas, dan berserah diri. Jangan kotori Sunnah Rasulullah dengan sifat tak sabar dan buru2. Mohon perlindungan kepada Allah agar dijauhkan dari zina dan mohon agar diberikan jalan terbaik.

Dan ukhti bisa merenungkan apa yang disampaikan Syaikh Utsaimin dalam artikel diatas.
wallahuta'ala A'lam

:)) ;)) ;;) :D ;) :p :(( :) :( :X =(( :-o :-/ :-* :| 8-} :)] ~x( :-t b-( :-L x( =))

Poskan Komentar

 
Namablogkamu is proudly powered by Blogger.com | Template by o-om.com | The Blog Full of Games